Lokasi Pengasingan Raja Danjong Kembali Populer Berkat Film The King’s Warden

by

Film The King’s Warden memecahkan rekor sebagai film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan, dengan menarik 16 juta penonton dalam waktu singkat. Kisah yang diangkat dari kehidupan Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon, telah memikat perhatian banyak orang. Setelah takhta diambil secara paksa oleh Pangeran Agung Sunyang (Sejo) dan Han Myunghoe, Raja Danjong diasingkan ke Cheongnyeongpo, sebuah daerah terpencil di Yeongwol, Provinsi Gangwon.

Cheongnyeongpo, yang dulunya merupakan tempat pembuangan Raja Danjong, kini menjadi tempat wisata bersejarah yang sangat diminati. Banyak pengunjung datang ke sana untuk melakukan napak tilas kehidupan sang raja saat mengalami pembuangan. Patung Raja Danjong dan Ratu Jungsung di pintu masuk Cheongnyeonpo melambangkan kesetiaan dan harapan mereka untuk bersatu di surga, meskipun keduanya dipisahkan selama masa pengasingan.

Di sekitar daerah itu, terdapat hutan pinus Geimgang yang menjadi saksi bisu dari kehidupan Raja Danjong. Ada pohon pinus gwanneum yang diyakini sudah berusia 600 tahun dan dipercayai bisa “melihat” dan “mendengar” semua kesedihan yang dialami sang raja. Tempat peristirahatan Raja Danjong dan pelayannya, bersama dengan menara batu Manghyangtap yang dibangun sebagai pengingat akan istrinya, Ratu Jungsung, juga menjadi objek wisata yang menarik di daerah tersebut.

Meski cerita Raja Danjong berakhir tragis dengan hukuman mati pada tahun 1457, makamnya akhirnya ditemukan dan diperbaiki pada tahun 1541. Tahun-tahun berikutnya, Raja Danjong secara anumerta diangkat kembali menjadi Raja Danjong dan makamnya dipindahkan ke Jangneung. Kesedihan dan kisah pilu Raja Danjong ini masih terus disaksikan melalui film The King’s Warden yang masih tayang di bioskop Indonesia.

Source link