Pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros pada 12–18 April 2026, target perputaran uang mencapai Rp30 hingga Rp50 miliar. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Andi Syam Sophyan, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup semua aktivitas ekonomi selama acara berlangsung. Terdapat 150 tenant disiapkan, dengan mayoritas berasal dari UMKM lokal dan 40 dari luar daerah. Pelaksanaan MTQ memberikan dampak positif terhadap omzet pelaku usaha, dimana beberapa melaporkan peningkatan omzet hingga empat hingga lima kali lipat dari hari biasa. Acara tersebut juga memungkinkan pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pelanggan maupun mitra bisnis, serta menjadi promosi untuk produk daerah. Dukungan dari pemerintah daerah, melalui event organizer (EO), turut memberikan fasilitas untuk meningkatkan kualitas produk, seperti stand dengan biaya terjangkau. Kisaran omzet bagi pedagang UMKM juga disebutkan, dimana pedagang kuliner bisa meraih Rp300 ribu hingga Rp2 juta per hari, sementara pedagang suvenir dan kerajinan bahkan bisa mencapai hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per malam, terutama saat malam pembukaan maupun penutupan acara MTQ. Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan kehormatan menjadi tuan rumah acara ini dan menggarisbawahi pentingnya MTQ sebagai sarana strategis dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Acara ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Selain itu, peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama acara berlangsung. Pemerintah Kabupaten Maros telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal bagi semua peserta, dengan menyediakan venue, akomodasi, dan fasilitas lainnya secara menyeluruh.
MTQ XXXIV Maros: Target Perputaran Uang Rp50 Miliar





