Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), memberikan klarifikasi terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaporkan ke polisi. JK menegaskan bahwa apa yang dia sampaikan bukanlah penistaan agama. Ceramah yang diselenggarakan di UGM pada bulan Ramadan tahun ini, dengan tema perdamaian, dijelaskan oleh JK dengan tujuan menjelaskan konflik global dan lokal, termasuk konflik di Poso dan Ambon. Ia berpendapat bahwa konflik di daerah tersebut seringkali dipahami sebagai perang agama, dimana anggapan bahwa meninggal dalam konflik tersebut dianggap sebagai syahid atau martir. JK menekankan bahwa apa yang ia sampaikan tidak terkait dengan dogma atau ideologi agama, melainkan tentang konflik dan perdamaian. Meskipun dilaporkan oleh beberapa organisasi ke polisi atas dugaan penistaan agama, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyarankan penyelesaian polemik melalui dialog, bukan melalui jalur hukum.
Klarifikasi JK Soal Ceramah di UGM: Penjelasan Terbaru



