Film “Para Perasuk” kini tengah diputar di bioskop di Indonesia. Sutradara Wregas Bhanuteja menegaskan bahwa film ini bukan film horor, meskipun terinspirasi dari adiknya yang memiliki kemampuan indra keenam sejak kecil. Film ini mengisahkan tentang Pesta Sambetan, sebuah tradisi turun-temurun di Desa Latas, yang merupakan sebuah desa fiksi di pinggiran Jakarta. Pesta Sambetan adalah hiburan rakyat yang melibatkan permainan musik untuk merasuki penari dengan roh hewan, di mana terdapat 20 roh hewan yang terlibat. Meskipun film ini fiksi, di Indonesia juga terdapat hiburan rakyat lainnya yang melibatkan roh, seperti tarian Jaran Kepang, Tari Seblang, Tari Sintren, Tari Dongkrek, Tari Calonarang, Tari Sigale-gale, Tari Selai Jin, dan Tari Bambu Gila. Semua tarian ini memiliki unsur mistis dan melibatkan roh dalam pementasannya, serupa dengan kisah dalam film “Para Perasuk” yang dibintangi oleh Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Anggun, Chicco Kurniawan, dan Bryan Domani.
Rahasia Film Para Perasuk: Hiburan Rakyat dengan Roh Halus





