Tabrakan Kapal Sabuk Nusantara di Banda Neira: Berita Terbaru

by

BANDA NEIRA — Proses sandar Kapal Motor Sabuk Nusantara 106 di Banda Neira berakhir dengan insiden yang merusak rumah warga dan dua speedboat pada Selasa (28/4) pagi. Kapal penumpang itu menabrak sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai penginapan di Desa Administratif Kecamatan Pulau Banda, Maluku Tengah, sekitar pukul 09.45 WIT.

Bangunan dan Speedboat Warga Terdampak

Kapolsek Pulau Banda, Ipda Kasim Rahayantel, mengatakan bangunan yang tertabrak merupakan milik La Ode Umar. Selain rumah, dua speedboat milik Najran Sabban juga ikut rusak dalam kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga sekitar. Kapal yang semestinya merapat ke dermaga justru kehilangan kendali dan menghantam bangunan di tepi perairan. Situasi di lokasi sempat ramai karena benturan terjadi saat aktivitas pelayaran masih berlangsung.

Kapal Tak Terkendali Saat Proses Sandar

Berdasarkan manifes, Sabuk Nusantara 106 berangkat dari Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi, dengan membawa 398 penumpang dan 20 anak buah kapal. Kapal tersebut dinakhodai Jefri Jhoni Laritmas. Saat proses sandar, kapal disebut tidak berhasil dikendalikan pada kecepatan dan arah yang tepat, meski upaya koreksi posisi sempat dilakukan.

Alarm kapal juga telah dibunyikan sebagai peringatan kepada warga di sekitar lokasi. Namun, laju kapal tidak bisa dihentikan tepat waktu sehingga tabrakan tak terelakkan. Akibatnya, bagian rumah dan dua speedboat di sekitar titik kejadian mengalami kerusakan.

Polisi Telusuri Dugaan Kelalaian

Polisi menyebut dugaan awal mengarah pada kelalaian dari pihak kapal, tetapi penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pastinya. Aparat kini menelusuri rangkaian peristiwa sebelum kapal menghantam bangunan warga.

Insiden ini kembali menyoroti risiko yang muncul ketika jalur sandar kapal beririsan langsung dengan permukiman warga. Di Banda Neira, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran tak berhenti pada penumpang di atas kapal, melainkan juga menyangkut rumah, fasilitas, dan aktivitas warga pesisir yang berada sangat dekat dengan pelabuhan.

Source link