Tragedi Kereta Api di Bekasi: Indonesia Berduka
Jakarta – Indonesia kembali diguncang oleh kecelakaan kereta api yang menimbulkan korban jiwa di Bekasi pada Senin malam (27/4/2026). Kecelakaan tragis ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di perlintasan daerah Bulak Kapal, Bekasi, ketika taksi Green SM tertabrak oleh KRL Commuter Line jurusan Jakarta Cikarang.
Selang beberapa saat kemudian, kereta Agro Bromo juga menabrak bagian belakang KRL tersebut. Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, data terbaru pada Selasa pagi (28/4) mencatat bahwa 14 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Korban Meninggal Dunia dan Korban Luka
Saat ini, korban meninggal dunia telah diidentifikasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sedangkan 84 korban luka mendapat perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan terdekat.
Kisah Tragis Kereta Api: Dari Layar Lebar Hingga Kisah Nyata
Kecelakaan kereta api selalu menjadi momen tragis, seperti yang pernah terjadi di Bintaro pada tahun 1987. Tragedi Bintaro yang mengguncang Indonesia terjadi saat dua kereta, KA 220 Ekonomi Patas jurusan Tanah Abang – Merak dan KA 225 Lokal Rangkasbitung-Jakarta Kota, bertabrakan secara frontal.
139 orang dinyatakan meninggal dunia dan 254 lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Kisah tragis ini kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Buce Malawau, menggambarkan perjuangan dan duka para korban serta kritik sosial terhadap keamanan transportasi pada masa itu.
Peristiwa Tragis Lain di Dunia Kereta Api
Bukan hanya di Indonesia, tragedi kereta api juga menjadi bahan kisah dalam film-film internasional. Film “The Sabarmati Report” mengangkat insiden pembakaran kereta api di Godhra pada tahun 2002, yang dipenuhi dengan konflik dan intrik.
Sementara itu, “The 15:17 to Paris” menceritakan kisah nyata tiga tentara AS yang mencegah serangan teroris di dalam kereta Thalys pada tahun 2015. Film ini menyuguhkan aksi nyata para pahlawan yang berhasil menyelamatkan 500 penumpang kereta dari aksi teroris yang mengerikan.





