Tak Ada Gerbong Khusus Laki-laki: Kenapa Campur Lebih Baik?

by







Usulan Menteri PPPA Soal Gerbong Wanita pada KRL

Usulan Kontroversial Menteri PPPA terkait Gerbong Wanita pada KRL

Menteri PPPA Usulkan Posisi Gerbong Wanita di KRL Dipindah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan perubahan posisi gerbong wanita pada Kereta Rel Listrik (KRL). Menyusul insiden di mana gerbong wanita KRL Cikarang ditabrak dari belakang oleh Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Arifah berpendapat bahwa gerbong wanita sebaiknya berada di area tengah rangkaian kereta, sementara gerbong untuk laki-laki dipindahkan ke ujung rangkaian. Meskipun demikian, Menteri Arifah telah meminta maaf atas usulan kontroversial tersebut, menyadari ketidaktepatannya.

Respons dari Pihak Terkait

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Deddy Herlambang, menjelaskan bahwa tidak ada gerbong khusus untuk laki-laki selain gerbong khusus wanita. Ia menegaskan pentingnya aspek keselamatan bagi seluruh penumpang sebagai prioritas utama, tanpa memandang gender.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, juga menegaskan bahwa standar keselamatan penumpang, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan prioritas utama perusahaan. Bobby menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam tingkat perlindungan keamanan antara kedua gender tersebut.

Insiden tragis antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur telah menelan korban jiwa sebanyak 16 orang dan melukai 90 orang lainnya. PT KAI memastikan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama mereka tanpa memandang gender.


Source link