Update Terbaru: Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi – 76 Dipulangkan, 24 Masih Dirawat

by

Kecelakaan Kereta di Bekasi: 76 Korban Dipulangkan, 24 Masih Dirawat

Jakarta, CNN Indonesia — Sebanyak 76 korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada Sabtu (2/5) pukul 07.00 WIB. Sementara itu, 24 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Perhatian dan Dukungan Selama Proses Pemulihan

Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan KAI, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan semua korban dan keluarganya mendapatkan pendampingan yang memadai selama proses pemulihan.

“Kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta memberikan layanan trauma healing agar proses pemulihan bisa berjalan lebih baik,” ungkap Anne.

Posko Informasi dan Layanan Pengembalian Barang

KAI telah menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026 sebagai tempat pendampingan bagi korban dan keluarganya. Layanan kesehatan, koordinasi administrasi, dan trauma healing akan terus dilakukan melalui posko ini.

Selain itu, proses pengembalian barang korban juga masih berlangsung. Sebanyak 115 barang telah ditemukan, di mana 57 di antaranya telah dikembalikan kepada pemiliknya. Anne mengimbau pelanggan yang kehilangan barang untuk segera mengambilnya di Posko Bekasi Timur.

Sejak operasional kembali pada 28 April 2026, volume pengguna KRL di Stasiun Bekasi Timur terus meningkat. Langkah KAI dalam memberikan jaminan pendidikan kepada anak-anak korban yang meninggal merupakan bentuk dukungan untuk kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, semua upaya saat ini difokuskan pada pemulihan dan keselamatan ke depan. KAI berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga dan pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.

Kecelakaan maut antara Kereta Api Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek telah menelan korban jiwa dan melukai puluhan orang. Insiden tragis ini menjadi sorotan publik dan menuntut tindakan yang lebih hati-hati dan berkelanjutan di masa depan. (Dis/ins)

Source link