Profil Singkat Marsinah: Ikon Perjuangan Buruh Indonesia

by

Sejarah Perjuangan Marsinah, Pahlawan Nasional dari Nganjuk

Marsinah, seorang buruh perempuan dari Nganjuk, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan publik setelah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Ia dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja dan penentang ketidakadilan di masa Orde Baru.

Perjalanan Hidup dan Perjuangan

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Nganjuk. Meskipun dalam keluarga sederhana, di masa kecilnya Marsinah sudah membantu bekerja dengan berjualan gabah dan jagung di pasar. Ia merupakan murid berprestasi di sekolah dan bercita-cita menjadi sarjana hukum, namun keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pada tahun 1987, setelah lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, Marsinah merantau ke Surabaya untuk bekerja. Dia bekerja di berbagai tempat sebelum akhirnya menjadi buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, pada tahun 1990. Di tempat kerjanya, Marsinah dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak buruh, terutama terkait upah dan kesejahteraan pekerja perempuan.

Misteri Pembunuhan

Pada bulan Mei 1993, Marsinah bersama rekan-rekannya melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut perbaikan hak buruh, termasuk kenaikan upah harian, tunjangan hari raya, serta hak cuti hamil dan kesehatan pekerja. Namun, pada malam 5 Mei 1993, Marsinah menghilang setelah berpamitan dari rekan-rekannya di Desa Siring, Porong. Tiga hari kemudian, jasadnya ditemukan dengan luka-luka di wilayah Nganjuk.

Kasus pembunuhan Marsinah menarik perhatian nasional dan internasional. Sejumlah orang sempat diadili, namun pelaku utama pembunuhan Marsinah tidak pernah terungkap. Hingga kini, kasus tersebut dikenal sebagai salah satu dugaan pelanggaran HAM berat di masa Orde Baru.

Pada 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Marsinah sebagai Pahlawan Nasional sebagai penghargaan atas perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia. Pemerintah juga berencana meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangannya. Aksi Marsinah tetap dikenang dalam gerakan buruh Indonesia hingga saat ini.

Source link