Rumah dan Bangunan di Desa Kawio, Sangihe Hancur Akibat Gempa
Jakarta, CNN Indonesia — Dampak gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, juga dirasakan di Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Gempa ini menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, rumah ibadah, dan sekolah di daerah tersebut.
Getaran Membuat Bangunan Mengalami Kehancuran
Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan, menjelaskan bahwa getaran gempa terjadi secara bertahap, dimulai dari getaran pelan hingga menjadi kuat. Bangunan-bangunan di sekitar Desa Kawio mulai merasakan getaran, goyangan, dan hingga terjadi perubahan naik-turun yang menyebabkan kerusakan.
Getaran tersebut terasa sangat lama dan kuat, bahkan saat ini gempa susulan masih terjadi memperparah situasi di daerah tersebut. Desa Kawio sendiri dihuni oleh 178 Kepala Keluarga (KK) dengan total 480 jiwa, mayoritas di antaranya adalah nelayan. Menghadapi guncangan beruntun akibat gempa, penduduk Desa Kawio terpaksa berkumpul di area terbuka untuk menghindari bahaya lebih lanjut.
Panggilan Bantuan untuk Penanganan Darurat
Risto mengharapkan bantuan segera dari pihak pemerintah pusat maupun daerah untuk penanganan darurat di Desa Kawio. Saat ini, gempa susulan masih terjadi secara periodik, menimbulkan ketakutan dan trauma bagi masyarakat setempat. Risto juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih cepat dalam penanganan bencana alam ini untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Di tengah situasi yang darurat, penduduk Desa Kawio hanya bisa mengandalkan sinyal WiFi Starlink untuk berkomunikasi dengan luar karena layanan telekomunikasi lainnya terganggu akibat bencana ini. Listrik yang berbasis tenaga surya juga digunakan untuk kebutuhan komunikasi darurat. Hingga saat ini, bantuan dan pembangunan kembali di Desa Kawio masih menunggu respons yang cukup tanggap.





