Muhammadiyah Ajak Nonton Film Children of Heaven Sambil Beramal
Melalui Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk menonton film Children of Heaven sebagai bagian dari kegiatan beramal. Setiap pembelian tiket akan didonasikan sebesar Rp5000 untuk mendukung pendidikan Muhammadiyah.
SUMU menyerukan kepada semua orang untuk menonton film ini bersama keluarga, sahabat, dan rekan. Selain menikmati film yang penuh makna, setiap tiket yang dibeli juga turut menyumbang untuk pendidikan Muhammadiyah. Tidak hanya itu, Muhammadiyah juga mengajak sekolah-sekolah di bawah naungannya untuk menonton film tersebut, sebagai bagian dari penguatan dakwah melalui seni dan budaya.
Mengapa Children of Heaven?
Film Children of Heaven, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dipilih oleh Muhammadiyah karena pesan moral yang terkandung di dalamnya. Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyatakan bahwa film ini efektif sebagai media dakwah karena memiliki pesan pembelajaran karakter yang mudah dicerna oleh anak-anak.
Pada akhir Mei lalu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menghadiri special screening film Children of Heaven. Dalam acara tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan kebanggaannya karena film tersebut mampu mengadaptasi cerita dengan baik tanpa kehilangan esensi film aslinya. Ia menekankan bahwa film ini memiliki nilai-nilai edukatif, inspiratif, dan reflektif yang sejalan dengan ajaran Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.
Film Adaptasi Iran yang Menginspirasi
Sutradara Hanung Bramantyo, yang merupakan Dewan Pakar di LSB PP Muhammadiyah, menggarap film Children of Heaven dengan memperkuat dakwah dan pendidikan karakter. Film ini diadaptasi dari film Iran yang meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk menjadi film terlaris di banyak negara.
Children of Heaven versi Indonesia mengisahkan kisah kakak-adik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Film ini tidak hanya mengangkat isu kemiskinan, tetapi juga menyentuh sisi politis dan sosial yang berkembang pada era Orde Baru. Hanung Bramantyo menghadirkan elemen emosi dan komedi yang membuat film ini menjadi tontonan yang menyentuh hati.



