Kuliner Tradisional Khas Pangkep: Menyantap Lezatnya di Dange 71

by

Di Desa Cengkae, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terdapat kuliner tradisional khas yang masih diminati hingga kini. Dange, kue lezat berbahan dasar kelapa parut, tepung beras ketan, dan gula merah, menjadi oleh-oleh favorit bagi para pelintas Jalur Trans Sulawesi.

Kelezatan Dange di Warung Dange 71

Salah satu tempat terkenal yang menyajikan dange adalah Warung Dange 71. Warung yang berlokasi di Desa Cengkae ini setiap harinya ramai dikunjungi pembeli yang ingin menikmati cita rasa autentik dari kue tradisional ini.

Warung Dange 71 merupakan warisan keluarga yang telah berjalan selama belasan tahun. Mulai dari orang tua, kini pemilik Lisa meneruskan usaha tersebut. Mereka tetap mempertahankan cara pembuatan tradisional untuk menjaga keaslian rasa dange.

Proses Pembuatan yang Otentik

Keunikan dange terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan cetakan dari tanah liat dan tungku kayu bakar. Adonan dange dipanggang hingga matang, menghasilkan aroma khas yang mengundang selera. Tidak hanya varian original dengan gula merah, tetapi Dange 71 juga menyediakan rasa cokelat dan keju yang diminati banyak pelanggan.

Harga dange di Warung Dange 71 sangat terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kotak. Tingginya minat pembeli membuat omzet warung ini mencapai jutaan rupiah setiap pekan. Varian favorit seperti cokelat keju selalu habis cepat, terutama saat akhir pekan.

Keberlangsungan Dange di Tengah Modernisasi

Di tengah pesatnya perkembangan makanan modern, dange khas Mandalle tetap eksis dan diminati oleh banyak orang. Rasanya yang gurih dan khas membuat para pembeli seperti Maulidya selalu menyempatkan diri untuk membeli dange setiap kali melintas di Kabupaten Pangkep. Kue tradisional ini bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga identitas kuliner yang terus dijaga kelestariannya di Pangkep.

Source link