Penyelidikan Kematian Dokter PPS Unsrat Tanpa Laporan Keluarga

by

Kasus Kematian Dokter PPDS Unsrat di Sulawesi Utara Diselidiki oleh Pihak Kepolisian

Makassar, CNN Indonesia — Kasus kematian seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara (Sulut) sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Dokter tersebut mengalami depresi berat setelah diduga menjadi korban perundungan atau bully, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah memulai serangkaian langkah penyelidikan terkait kasus tersebut. Mereka juga telah berkoordinasi dengan RSUP Prof Dr Kandou Manado, khususnya Instalasi Forensik untuk memperoleh informasi terkait penanganan jenazah korban.

Penyelidikan Mendalam Terhadap Kasus yang Beredar di Media Sosial

Elwin menjelaskan bahwa proses penyelidikan dimulai dari menelusuri informasi yang beredar di media sosial, berkoordinasi dengan rumah sakit, mengumpulkan dokumen, hingga meminta keterangan dari berbagai pihak terkait. Meskipun pihak forensik hanya melakukan pemeriksaan fisik luar terhadap jenazah korban sesuai permintaan keluarga dan belum melakukan autopsi.

“Seluruh informasi yang berkembang, termasuk dugaan perundungan, masih dalam proses pendalaman dan belum dapat dijadikan fakta pembuktian,” kata Elwin. “Penyebab pasti kematian secara medis masih belum dapat dipastikan secara menyeluruh.”

Hingga saat ini, keluarga korban belum membuat laporan polisi secara resmi terkait dugaan perundungan atau tindak pidana lainnya. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar. Jika terdapat fakta dan bukti yang cukup, mereka akan tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

Source link