Jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 menghadapi Maroko, pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps menyoroti efektivitas penyelesaian akhir timnya. Meskipun Les Bleus merupakan tim paling produktif sepanjang turnamen, Deschamps menganggap masih ada ruang untuk meningkatkan efisiensi.
Produktivitas Prancis
Prancis telah mencetak total 14 gol sepanjang turnamen, tetapi Deschamps percaya bahwa jumlah gol tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kesempatan yang mereka ciptakan. Meskipun efektif, timnya harus lebih baik lagi dalam memanfaatkan peluang yang ada. Menurut pelatih asal Prancis ini, efisiensi dalam penyelesaian akhir sangat penting.
Les Bleus berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan Paraguay 1-0 melalui eksekusi penalti Kylian Mbappe. Meskipun kemenangan tipis, Prancis masih menjadi tim dengan torehan gol terbanyak dalam turnamen ini. Selain Mbappe, kekuatan penyerangan tim ini juga didukung oleh Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola.
Mbappe sendiri juga tengah bersaing ketat dalam meraih Sepatu Emas. Dengan koleksi tujuh gol, ia hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak.
Maroko Tantangan Berat
Deschamps mengakui bahwa tantangan sesungguhnya akan datang saat Prancis berhadapan dengan Maroko. Tim ini bukan lagi tim kejutan setelah mencapai prestasi gemilang di Piala Dunia 2022 dan Piala Afrika.
Maroko telah berkembang menjadi kekuatan utama di dunia sepak bola dan Prancis harus siap menghadapi lawan yang sangat kompetitif. Dengan organisasi pertahanan yang disiplin, Maroko dikenal sebagai tim yang bisa memberikan ancaman serius, terutama melalui serangan balik cepat.
Kedewasaan skuad Maroko membuat Deschamps menyadari pentingnya Prancis untuk lebih efisien dalam menyelesaikan peluang di depan gawang. Pertandingan antara kedua tim diprediksi akan ditentukan oleh siapa yang lebih tajam dalam penyelesaian akhir.
Semua mata akan tertuju pada laga sengit antara Prancis dan Maroko dalam perempat final Piala Dunia 2026.



