Felita Eleonora & Gerhard Mair Gelar Resital Duo Harpa-Flute Pertama di Indonesia

by





JAKARTA – The Resonanz Music Studio mempersembahkan resital duo bertajuk Shades and Nuances di Balai Resital Kertanegara, Jakarta. Konser musik ini menampilkan harpis Indonesia Felita Eleonora bersama flutis asal Austria Gerhard Mair.

Pertunjukan Duo Harpa dan Flute Pertama di Indonesia

Dalam momen ini pergelaran tersebut menjadi salah satu resital duo harpa dan flute pertama di Indonesia sekaligus kolaborasi perdana antara Felita dan Gerhard di Tanah Air.

Melalui konser ini, keduanya memperkenalkan repertoar duo harpa dan flute yang masih sangat jarang dipentaskan di Indonesia, menghadirkan pengalaman musikal yang menawarkan perspektif baru bagi penikmat musik klasik.

Penampilan Unik dengan Beragam Repertoar

Felita Eleonora merupakan harpis Indonesia lulusan Yong Siew Toh Conservatory of Music, National University of Singapore, dan Boston University.

Sementara itu, Gerhard Mair merupakan flutis asal Austria yang aktif sebagai pemain orkestra di berbagai orkestra di Asia dan Eropa, chamber music, dan pendidik.

Lebih lanjut pertemuan keduanya dalam Shades and Nuances melahirkan sebuah kolaborasi lintas budaya yang mempertemukan dua latar musikal dalam satu panggung.

Perpaduan harpa dan flute menjadi daya tarik utama malam itu. Meski memiliki karakter bunyi yang sangat berbeda, kedua instrumen saling melengkapi dengan alami.

Melalui karya-karya komponis dari Italia, Prancis, Argentina, hingga Jepang, audiens diajak menikmati bagaimana setiap budaya memiliki warna musikal dan cara bercerita yang berbeda.

Salah satu sorotan utama malam itu adalah Histoire du Tango karya Astor Piazzolla.

Sambutan hangat dari para penonton membawa kedua musisi kembali ke panggung untuk membawakan tiga karya tambahan sebagai encore.

Mereka membuka encore dengan Intermezzo dari opera Carmen karya Georges Bizet, dilanjutkan oleh Entr’acte karya Jacques Ibert yang penuh semangat. Malam kemudian ditutup dengan The Nightingale karya Deborah Henson-Conant.

Mengenai makna di balik Shades and Nuances, Felita Eleonora mengungkapkan harapannya agar penonton menikmati perjalanan musikal yang telah dilalui bersama.

Konsep artistik yang diusung serta kekompakan kedua musisi mendapat sambutan hangat dari para penonton.

Interpretasi Histoire du Tango juga menjadi salah satu penampilan yang paling banyak mendapat apresiasi.

Penampilan Gerhard Mair yang elegan dan penuh kontrol berpadu harmonis dengan permainan harpa Felita Eleonora yang anggun sekaligus berkarakter, menghasilkan keseimbangan musikal yang memikat sepanjang pertunjukan.

Melalui Shades and Nuances, Felita Eleonora dan Gerhard Mair tidak hanya mempersembahkan sebuah resital, tetapi juga membuka ruang bagi publik Indonesia untuk mengenal repertoar duo harpa dan flute yang masih jarang dipentaskan.

Lebih dari itu, konser ini mengajak audiens melihat musik sebagai sebuah perjalanan lintas budaya dan refleksi tentang kehidupan bahwa keindahan sering kali hadir bukan dalam momen-momen besar, melainkan dalam berbagai nuansa kecil yang, ketika dirangkai bersama, membentuk kisah hidup yang utuh.


Source link