Istana Ungkap Pendapat tentang Kenaikan Tukin TNI-Pegawai Kemhan

by






Article Rewrite

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi angkat bicara terkait kenaikan tunjangan kinerja bagi pegawai di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan prajurit TNI.

Alasan Kenaikan Tunjangan Kinerja

Menurutnya, kenaikan ini dilakukan karena tunjangan kinerja prajurit TNI dan pegawai Kemhan tidak mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Prasetyo Hadi menyampaikan pendapatnya dalam sesi wawancara di kereta dari Batang menuju Jakarta pada Kamis (30/7).

Perluasan Kenaikan Tunjangan

Menteri Sekretaris Negara juga mengungkapkan bahwa kenaikan tunjangan tidak hanya berlaku untuk Kemhan dan prajurit TNI, tetapi juga untuk tenaga pendidik di daerah 3T.

“Dosen di daerah 3T dan tenaga kesehatan juga mendapat perhatian terkait tunjangan untuk memperbaiki kesejahteraan mereka,” ujar Prasetyo Hadi.

Kenaikan tunjangan bagi pegawai Kemhan dan prajurit TNI diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 dan 43 Tahun 2026.

Menurut Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo, penerbitan Perpres ini sebagai langkah untuk menyesuaikan tunjangan kinerja bagi prajurit TNI dan pegawai Kemhan.

Kemhan telah menerima salinan Perpres dan sedang mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan ini disambut baik oleh Kemhan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas peningkatan kinerja dalam reformasi birokrasi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai besaran nilai tunjangan kinerja, hal tersebut dapat dilihat dalam lampiran Perpres yang beredar.

Besaran tunjangan kinerja berdasarkan jabatan masing-masing, bukan berdasarkan pangkat bintang seperti yang banyak dikira.

Secara spesifik, KSAD, KSAL, dan KSAU menerima tunjangan kinerja sebesar Rp48.613.500 per bulan, sementara pejabat lain menyesuaikan dengan jabatan masing-masing.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut untuk peningkatan kesejahteraan pegawai dan prajurit TNI dalam menjalankan tugas mereka.

[Source: CNN Indonesia]


Source link