Phil Collins Cerita Momen Kelam yang Nyaris Membawanya ke Pintu Kematian
JAKARTA – Musisi legendaris Phil Collins mengungkap salah satu momen paling kelam dalam hidupnya. Bukan saat berada di atas panggung, melainkan ketika ia terbaring tak sadarkan diri di sebuah rumah sakit di Swiss pada 2024 akibat gagal organ yang mengancam nyawanya.
Saat itu, lima anaknya dipanggil karena tim medis mempertimbangkan keputusan terkait penggunaan alat penunjang kehidupan. Dalam wawancara dengan The Sunday Times, mantan drummer sekaligus vokalis band Genesis tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa keluarganya sempat berkumpul untuk mengucapkan salam perpisahan terakhir.
Selamat Tinggal yang Membuat Hati Tersentuh
“Ginjal saya berhenti berfungsi, organ-organ tubuh saya mengalami kegagalan. Orang-orang datang untuk mengucapkan selamat tinggal,” ujar Collins. Manajernya saat itu menghubungi kelima anaknya, yakni Lily, Joely, Simon, Nicolas, dan Matthew Collins, ketika kondisinya berada dalam fase kritis. Dokter bahkan sempat mempertimbangkan apakah alat penunjang kehidupan perlu tetap dipertahankan.
Meski berada dalam kondisi yang sangat kritis, Collins mengaku tidak memiliki ingatan tentang kedatangan anak-anaknya ke rumah sakit. “Saya sama sekali tidak ingat mereka datang. Saya tidak tahu semua itu sedang terjadi. Mereka semua khawatir tidak akan bertemu saya lagi. Situasinya bisa saja berakhir sangat buruk,” katanya.
Melawan Kecanduan dan Memulihkan Kesehatan
Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam kehidupannya. Setelah berhasil melewati masa kritis, Collins memutuskan menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang selama bertahun-tahun memengaruhi kesehatannya. “Saya sangat beruntung bisa selamat. Tak perlu dikatakan lagi, sejak saat itu saya tidak pernah minum alkohol lagi,” ungkapnya.
Beberapa bulan setelah pulih, Collins menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Ia mengenang momen emosional ketika putrinya, Lily Collins, duduk di sampingnya sambil menangis. “Dia berkata, ‘Aku tidak pernah menyangka masih bisa mendapatkan momen seperti ini.’ Kami menghabiskan waktu yang luar biasa bersama. Sulit menggambarkan betapa berharganya pengalaman itu,” tutur Collins.
Meski berhasil melewati ancaman kematian, Collins mengatakan kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih. Ia membutuhkan perawat pribadi yang mendampinginya selama 24 jam. Alkoholisme adalah musuh terbesarnya, yang hampir merenggut nyawanya. Perjuangannya melawan kecanduan alkohol telah ia ceritakan dalam autobiografinya tahun 2016, Not Dead Yet.
Phil Collins dikenal sebagai salah satu musisi paling berpengaruh dalam industri musik dunia. Bersama Genesis maupun sebagai solois, ia telah menjual lebih dari 100 juta rekaman di seluruh dunia lewat lagu-lagu populer seperti In the Air Tonight, Against All Odds, Sussudio, One More Night, dan Another Day in Paradise.



