Operasi Pesta Copet: Sorotan Terhadap Maraknya Kelompok Kriminal di Festival Musik dan Film

by






Operasi Pesta Copet: Mengupas Sindikat Pencopetan di Festival Musik Tanah Air

Operasi Pesta Copet: Memperlihatkan Realitas Kriminalitas Pencopetan di Festival Musik

SURABAYA – Dalam suasana industri hiburan dan festival musik Tanah Air yang semakin berkembang, ancaman sindikat kriminalitas pencopetan terorganisir menjadi salah satu isu yang sangat diperhatikan. Film layar lebar terbaru berjudul ‘Operasi Pesta Copet’ yang diproduksi oleh Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator menggunakan konsep ini sebagai fokus utama, dan film ini diperkenalkan dalam konferensi pers di Royal Plaza Mall, Surabaya, pada Minggu (23/8/2026).

Perspektif Sosial Melalui Film

Sutradara Edy Khemod membahas akar masalah kriminalitas pencopetan massal di konser musik sebagai dampak struktural dari tekanan ekonomi yang dirasakan oleh generasi muda dan masyarakat kelas marginal. Ide cerita film ini terinspirasi dari kejadian nyata yang ditemui saat konser bersama band Seringai di Solo, di mana pelaku yang tertangkap merupakan komplotan dari Jakarta yang merencanakan segala detail, termasuk identitas palsu untuk merampas harta korban di tengah kerumunan moshpit.

“Kami berusaha untuk menghadirkan kritik sosial secara jujur melalui nada komedi tanpa berniat untuk menghakimi, sambil memberikan ruang bagi suara-suar​​a yang kerap terpinggirkan dalam masyarakat,” ungkap Edy Khemod.

Proses Pengambilan Gambar yang Ekstrem

Produser Ernest Prakasa menegaskan bahwa film ini melakukan pengambilan gambar di festival Pestapora asli yang dihadiri oleh sekitar 100 ribu penonton. Hal ini dilakukan untuk menyoroti realitas masyarakat kelas bawah secara langsung dan otentik, meskipun proses produksi menjadi cukup rumit dan menantang.

“Kolaborasi dengan Ahli Komedi Awwe membantu kami untuk menjaga kesesuaian dialek dan suasana jalanan yang kami rekam,” tambah Ernest.

Aktor utama dan produser film, Iqbaal Ramadhan, menyoroti pentingnya karakter Ijal dalam menggambarkan tekanan sosial dan ekonomi yang mendorong anak muda untuk melakukan tindakan berisiko tinggi. Pengalaman syuting di tengah kerumunan penonton sungguhan membuka mata para pemain akan kompleksitas situasi yang dihadapi tokoh-tokoh dalam film.

Pelatihan Khusus dalam Film

Kristo Immanuel, yang memerankan tokoh Adut, menyebutkan bahwa para pemain menjalani pelatihan intensif selama dua bulan bersama pesulap profesional untuk membongkar pola kerja sindikat pencopetan, termasuk teknik mutus dan trik psikologis yang digunakan. Melalui film ini, pesan edukasi tentang keamanan publik tersirat.

Operasi Pesta Copet direncanakan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Sumber


Source link