Penggunaan Metode Pembayaran Nontunai Meningkat Pesat di Sulawesi Selatan
Masyarakat Sulawesi Selatan semakin terbiasa dengan gaya hidup cashless society, di mana penggunaan uang tunai semakin ditinggalkan. Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mencatat lonjakan signifikan dalam adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai tulang punggung utama transformasi digital di wilayah ini.
Lonjakan Transaksi Digital di Sulsel
Pada bulan Juni 2026, volume transaksi digital menggunakan QRIS mencapai 28,8 juta transaksi, meningkat 139,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini merupakan bukti bahwa digitalisasi sistem pembayaran telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Lonjakan volume transaksi ini juga berdampak pada perputaran uang digital, dengan nilai transaksi bulanan mencapai Rp2,57 triliun, tumbuh 83 persen dari sebelumnya. Basis pengguna QRIS di Sulsel juga meningkat menjadi 1,48 juta pengguna, sementara jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS mencapai 1,46 juta.
Perubahan Perilaku Konsumen
Guru Besar bidang Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Anas Iswanto Anwar, menunjukkan bahwa lonjakan penggunaan QRIS tidak hanya sekadar perubahan alat pembayaran, tetapi juga mencerminkan perubahan perilaku ekonomi masyarakat. Perkembangan ini menuju less-cash society, di mana uang tunai masih digunakan namun transaksi nontunai semakin mendominasi kegiatan ekonomi sehari-hari.
Perubahan perilaku ini memberikan dampak positif bagi efisiensi masyarakat, karena biaya transaksi menjadi lebih rendah dan proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis. Namun, Prof. Anas juga mengingatkan pentingnya literasi keuangan dalam menghadapi era cashless society ini untuk menghindari risiko keuangan yang tidak diinginkan.
Komitmen Bank Indonesia di Sulsel
Bank Indonesia Sulawesi Selatan terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang keamanan bertransaksi digital, serta meningkatkan literasi keuangan guna melindungi konsumen dari potensi risiko kejahatan siber. Bank Indonesia juga tetap menjaga kepercayaan publik terhadap layanan pembayaran tunai melalui pengelolaan uang Rupiah yang andal dan tersedia di seluruh wilayah Sulsel.





