Artis Banyuwangi Arif Citenx Rilis ‘Mangan Turu’, Curhat Wong Cilik

by

Musisi asal Banyuwangi, Arif Cithenx, memilih musik ska reggae untuk menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Lewat lagu terbaru berjudul “Mangan Turu”, penyanyi yang dikenal dengan julukan Presiden Cah Edan itu mengemas kritik mengenai korupsi, kebijakan pemerintah, dan tekanan hidup rakyat kecil dalam irama yang tetap mengajak pendengar bergoyang.

Lagu tersebut resmi dipublikasikan melalui akun YouTube @PRESIDEN CAH EDAN pada 27 Agustus 2026. Arif menyajikan kritik sosial dengan bahasa yang lugas dan dekat dengan keseharian. Liriknya menggambarkan situasi ketika masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi, aturan yang dianggap membatasi, serta perilaku sejumlah pejabat yang disebut mengambil uang rakyat.

Kritik terhadap kondisi bangsa

Sejak bait pembuka, “Mangan Turu” langsung membawa pendengar pada keresahan yang menjadi tema utama lagu. Arif menulis, “Urip Tansoyo Susah, Dibatesi Pemerintah, Soyo Suwe Lek Ra Betah, Iso Iso Uteke Seng Owah.” Penggalan tersebut menggambarkan hidup yang semakin sulit dan tekanan yang terus dirasakan masyarakat.

Melalui karya itu, Arif juga menyoroti rentetan kasus korupsi, regulasi pemerintah yang dinilai menjepit rakyat kecil, serta sikap sebagian masyarakat yang mulai apatis terhadap aturan. Kritik serupa kembali muncul dalam bagian lirik lainnya.

“Presidene Rodok Mumet, Rakyate Di Atur Mbulet, Pejabate Akeh Sing Ruwet, Duwek Rakyat Akeh Sing Ke Tilep, Presidene Bingung Solusi, Malah Akeh Oknum Korupsi,” demikian lirik yang dinyanyikan Arif dalam “Mangan Turu”.

Penggunaan bahasa sehari-hari dan ungkapan khas membuat pesan lagu terasa langsung. Arif tidak menyampaikan kegelisahan itu dalam format yang muram, melainkan melalui perpaduan kritik dan humor yang menjadi ciri penyampaiannya sebagai musisi yang membumi.

Kritik sosial dalam irama ska

Meski mengangkat persoalan utang, tekanan ekonomi, dan aturan yang dianggap memusingkan, “Mangan Turu” tidak diarahkan untuk membuat pendengar larut dalam beban. Arif justru membawa tema tersebut ke dalam irama ska reggae yang ringan dan menghibur.

Pendekatan itu membuat lagu ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kritik sosial dengan suasana yang lebih cair. Pesan mengenai persoalan hidup disampaikan melalui musik yang bisa menemani waktu santai maupun suasana kerja, tanpa melepaskan ketajaman liriknya.

Video musik resmi “Mangan Turu” dapat disaksikan melalui kanal YouTube @PRESIDEN CAH EDAN. Lagu tersebut menjadi karya terbaru Arif Cithenx dalam menyuarakan keresahan wong cilik melalui musik yang merakyat, jenaka, dan tetap kritis.

Source link