TransNusa Buka Rute Manado-Makassar, Terbang 2 Kali Sehari

by

TransNusa membuka penerbangan langsung rute Manado–Makassar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (28/9/2026). Rute ini menjadi tambahan pilihan perjalanan udara antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, sekaligus diharapkan memperkuat konektivitas di kawasan Indonesia Timur.

Pada tahap awal, penerbangan Manado (MDC)–Makassar (UPG) dan rute sebaliknya dilayani satu kali sehari. Frekuensinya akan ditambah menjadi dua kali sehari mulai 10 Oktober 2026, dengan jadwal penerbangan pagi dan sore.

Jadwal penerbangan dan tingkat keterisian

Penerbangan perdana menggunakan pesawat COMAC C909. Pesawat dengan nomor penerbangan 8B 255 berangkat dari Manado pada pukul 14.00 waktu setempat dan tiba di Makassar pukul 15.45 WITA. Setelah itu, penerbangan kembali dengan nomor 8B 256 berangkat dari Makassar pukul 16.15 WITA dan tiba di Manado pukul 18.00 waktu setempat.

Waktu tempuh penerbangan sekitar 1 jam 45 menit. Dalam penerbangan perdana tersebut, TransNusa mengangkut sekitar 67–68 penumpang dari Manado menuju Makassar dan 64 penumpang dalam perjalanan sebaliknya. Tingkat keterisian atau load factor disebut berada di atas 70 persen.

Direktur Utama sekaligus Executive Vice President PT TransNusa Aviation Mandiri, Bayu Sutanto, mengatakan frekuensi penerbangan masih satu kali sehari hingga 9 Oktober. Mulai 10 Oktober, maskapai akan menambah satu penerbangan pada pagi hari.

“Pada awalnya sampai tanggal 9 kita masih satu kali penerbangan, tapi mulai tanggal 10 TransNusa melayani dua penerbangan pagi dan sore hari,” kata Bayu.

Penerbangan tambahan dijadwalkan berangkat dari Manado sekitar pukul 05.45 dan tiba di Makassar pukul 07.30 WITA. Pesawat kemudian kembali dari Makassar pukul 08.00 dan tiba di Manado pukul 09.45 WITA. Penerbangan sore tetap beroperasi dengan rute Manado–Makassar dan Makassar–Manado.

Menurut Bayu, tambahan frekuensi itu memberi lebih banyak pilihan waktu perjalanan bagi penumpang, termasuk peluang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari. Rute tersebut menyasar masyarakat umum, pelaku bisnis, aparatur sipil negara, serta pekerja BUMN yang membutuhkan perjalanan antarkota dalam waktu singkat.

“Mungkin bisa berangkat pagi pulang sore hari. Bagi beberapa kawan ASN atau BUMN yang ada meeting di Manado, meeting-nya cuma setengah hari, itu membantu sekali,” ujarnya.

Potensi bisnis dan pariwisata

TransNusa juga melihat potensi penumpang dari sektor pariwisata. Makassar diposisikan sebagai salah satu hub penerbangan di Indonesia Timur, sedangkan Manado menjadi salah satu pintu masuk wisatawan ke Sulawesi Utara.

“Tujuan utamanya adalah membawa semakin banyak turis, wisman yang masuk melalui Manado maupun melalui Bali,” kata Bayu. TransNusa menyediakan tarif rute tersebut mulai sekitar Rp1,8 juta hingga Desember 2026. Bayu berharap jumlah penumpang terus bertambah sehingga frekuensi penerbangan dapat kembali ditingkatkan.

Bupati Maros Chaidir Syam menyambut pembukaan rute baru itu. Menurut dia, keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di wilayah Maros membuat daerah tersebut berkepentingan terhadap pengembangan konektivitas penerbangan.

“Yang paling utama kita menganggap bahwa dengan flight penerbangan baru ini TransNusa membuka jalur baik pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wisata,” kata Chaidir.

Ia menilai rute Makassar–Manado dapat membantu pelaku usaha memperluas jaringan bisnis dan membuka kerja sama di sektor pariwisata. Konektivitas tersebut juga dinilai dapat menghubungkan destinasi wisata di Sulawesi, termasuk Geopark Maros-Pangkep dengan tujuan wisata di Manado hingga Raja Ampat.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan TransNusa menjadi maskapai ketiga yang melayani rute Makassar–Manado setelah Lion Air dan Batik Air. “Pembukaan rute langsung Manado-Makassar oleh TransNusa menjadi tambahan pilihan konektivitas bagi masyarakat di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Source link