PT Semen Tonasa menempatkan isu keselamatan kerja sebagai bagian yang tak bisa dipisahkan dari produktivitas. Dalam peringatan Bulan K3 Nasional, perusahaan semen yang berbasis di Sulawesi Selatan itu mengangkat bahaya microsleep, kondisi tidur singkat yang kerap tak disadari, tetapi bisa berujung fatal di tempat kerja.
Microsleep Jadi Sorotan di Seminar K3 2025
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Asruddin, menjadi pembicara utama dalam Seminar K3 Tahun 2025 bertema Optimalisasi Pembinaan dan Peran SDM K3 dalam Peningkatan Produktivitas & Daya Saing. Kegiatan tersebut diikuti 350 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari industri manufaktur, akademisi, pemerintah, hingga penyedia jasa K3.
Dalam paparannya, Asruddin menjelaskan bahwa microsleep merupakan kondisi ketika sebagian otak tidak merespons rangsangan eksternal dalam waktu sangat singkat. Pada situasi kerja tertentu, terutama yang menuntut kewaspadaan tinggi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Istirahat, Lingkungan Kerja, dan Kesadaran Pekerja
Asruddin menekankan bahwa pencegahan tak cukup hanya mengandalkan aturan tertulis. Manajemen waktu istirahat, pencahayaan yang baik, serta lingkungan kerja yang optimal perlu berjalan seiring dengan kesadaran pekerja terhadap tanda-tanda kelelahan. Menurut dia, aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya K3 yang benar-benar hidup di lapangan.
PT Semen Tonasa, kata Asruddin, terus berkomitmen menciptakan tempat kerja yang aman melalui pengelolaan jam kerja yang lebih tertata, penerapan pencahayaan optimal, dan edukasi keselamatan kerja secara berkelanjutan. Langkah ini dipandang penting untuk menjaga kesehatan pekerja sekaligus menopang kinerja perusahaan.
Komitmen K3 dan Daya Saing Industri
Dalam seminar yang juga menghadirkan pembicara dari sejumlah instansi terkait K3 itu, PT Semen Tonasa kembali menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang memberi perhatian besar pada standar keselamatan kerja. Pengakuan melalui Buku Asesmen Norma K3 disebut menjadi salah satu penanda bahwa perusahaan berupaya menjaga tingkat kepatuhan dan perlindungan tenaga kerja.
Di tengah dorongan agar industri manufaktur semakin kompetitif, Tonasa menilai keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi untuk menjaga keberlangsungan produksi dan kesejahteraan pekerja. Upaya penguatan budaya K3 pun dipastikan akan terus dilanjutkan sejalan dengan kebutuhan industri yang kian menuntut ketelitian dan disiplin tinggi.





