Pentingnya Skill saat Pemudik Kembali ke Jakarta

by

Jakarta — Menjelang arus balik Lebaran, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengingatkan para pemudik agar tidak ikut membawa anggota keluarga yang belum memiliki keterampilan saat kembali ke Jakarta. Menurut dia, ibu kota sudah berada dalam tekanan kepadatan penduduk, sehingga arus kedatangan warga baru perlu disikapi dengan lebih bijak.

Cak Imin: Jangan Tambah Beban Jakarta

Pesan itu disampaikan Cak Imin di tengah kegiatan Mudik Gratis PKB 2025 yang digelar di DPP PKB. Ia menekankan bahwa Jakarta bukan lagi kota yang longgar untuk menampung tambahan penduduk tanpa bekal kemampuan kerja. Karena itu, ia meminta masyarakat memikirkan kembali langkah membawa keluarga ke ibu kota jika belum memiliki keterampilan yang memadai.

Cak Imin juga mendorong para pemudik agar memanfaatkan tabungan yang dibawa pulang untuk menggerakkan ekonomi di daerah asal. Dana itu, kata dia, lebih baik dipakai untuk memperkuat usaha warga setempat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

1.000 Pemudik Berangkat dengan 20 Bus

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.000 pemudik diberangkatkan menggunakan 20 unit bus menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang ingin pulang kampung pada momentum Lebaran, sekaligus memberi fasilitas perjalanan yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa setelah Lebaran, Jakarta kerap kedatangan pendatang baru yang berharap mendapat peluang hidup dan pekerjaan di ibu kota. Namun, Pramono menegaskan pemerintah tidak akan menggelar operasi yustisi terhadap para pendatang tersebut.

Jakarta Tetap Jadi Magnet

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Jakarta masih menjadi tujuan utama setelah libur Lebaran, meski persoalan kepadatan dan daya tampung kota terus menjadi perhatian. Di tengah situasi itu, pesan Cak Imin agar pemudik lebih realistis membawa keluarga kembali ke ibu kota menjadi sorotan tersendiri, terutama karena menyinggung soal kesiapan keterampilan dan pilihan hidup di perantauan.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DPP PKB untuk membantu masyarakat yang hendak pulang kampung tahun ini, sekaligus memberi pesan agar arus mobilitas pascalebaran tidak hanya dipandang sebagai perpindahan orang, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ekonomi daerah.