President Prabowo Receives Warm Welcome in Jeddah

by

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berangkat ke Arab Saudi dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, usai menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Keberangkatan itu menjadi penanda dimulainya agenda resmi yang disebut akan difokuskan pada penguatan hubungan Indonesia dan Arab Saudi, terutama di bidang penyelenggaraan ibadah haji.

Prabowo dilepas sejumlah pejabat negara

Prabowo tiba di Halim sekitar pukul 15.15 WIB dengan mengenakan setelan safari cokelat dan peci hitam. Di pangkalan udara itu, ia dilepas oleh sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir untuk melepas keberangkatan kenegaraan tersebut. Turut mendampingi antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta sejumlah pejabat dari Indonesia dan Arab Saudi.

Sebelum naik ke pesawat kepresidenan sekitar pukul 15.30 WIB, Prabowo sempat berhenti sejenak untuk menyaksikan para taruna yang tengah berlatih menampilkan pertunjukan marching band di area pangkalan. Momen singkat itu berlangsung bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Fokus kunjungan: haji dan kerja sama strategis

Lawatan Prabowo ke Arab Saudi diarahkan untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara. Salah satu isu utama yang dibawa adalah penyelenggaraan ibadah haji, yang selama ini menjadi perhatian besar bagi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia.

Selain haji, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk membuka ruang pembahasan kerja sama strategis yang lebih luas. Pemerintah berharap pertemuan di Arab Saudi dapat mempererat hubungan kedua negara sekaligus mendorong pemahaman dan kolaborasi yang lebih konkret di masa mendatang.

Hubungan Indonesia-Arab Saudi kembali jadi sorotan

Di tengah agenda diplomasi yang semakin padat, pertemuan ini menempatkan hubungan Indonesia dan Arab Saudi kembali ke pusat perhatian. Bagi Jakarta, kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk menjaga komunikasi politik dan memperkuat kepentingan praktis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam urusan haji.

Source link