Teknisi sound horeg asal Blitar, Ahmad Abdul Aziz atau yang dikenal sebagai Memed Potensio, angkat bicara terkait tudingan warganet yang menyebut pelaku dan penikmat sound horeg sebagai sumber daya manusia (SDM) rendah. Menurut Memed, banyak orang belum memahami secara mendalam mengenai pekerjaan mereka di lapangan, sehingga anggapan tersebut muncul tanpa pemahaman yang cukup.
Memed, yang kini dijuluki sebagai Thomas Alva EdiSound, menegaskan bahwa kru sound seperti dirinya bukan penyelenggara acara, melainkan mereka hanya menyediakan jasa sound system sesuai permintaan warga. Ia menjelaskan bahwa mereka bukanlah orang yang mengadakan acara tanpa izin atau merusak rumah warga dengan membuat acara besar secara tiba-tiba di desa.
Meskipun banyak cibiran negatif tentang profesi mereka, Memed tidak terlalu memikirkannya. Sejak bergabung dengan Brewog Audio, ia telah diajari oleh bosnya untuk memiliki mental yang kuat dan tidak terpengaruh oleh komentar netizen. Memed juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kritik yang membangun, sambil tetap memperkuat diri dari komentar yang tidak konstruktif.
Dengan kata lain, Memed telah menghadapi berbagai kritikan dan cibiran selama bekerja di industri sound horeg, namun hal tersebut tidak mengubah tekadnya untuk tetap fokus dan berkembang dalam profesinya. Menurutnya, salah satu kunci kesuksesan dalam bidang ini adalah memiliki keteguhan mental serta kemampuan untuk memilah dan mengambil hikmah dari segala bentuk kritikan dan cibiran yang datang.





