Presiden Prabowo Subianto menginginkan penyelesaian yang damai antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia terkait perbedaan istilah Laut Sulawesi di wilayah Ambalat. Hal ini terkait dengan kontroversi terbaru terkait wilayah maritim yang disebut sebagai Laut Sulawesi dalam Peta Baru Malaysia 1979, namun Indonesia menggunakan istilah “Ambalat”. Prabowo menyatakan pentingnya iktikad baik dari kedua pihak untuk menemukan solusi yang baik dan damai atas perbedaan tersebut. Pemerintah Indonesia menginginkan penyelesaian yang memuaskan terkait penyebutan “Laut Sulawesi” oleh Malaysia, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pembahasan ini akan dilakukan melalui mekanisme diplomatik dan hukum dalam kerangka bilateral yang telah disepakati sebelumnya. Sudah ada upaya dari pihak Indonesia, termasuk Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, untuk mengawal sengketa perbatasan dengan Malaysia terkait Ambalat, dan mendorong pendekatan diplomatik berbasis hukum internasional untuk menjaga kepentingan nasional. Meski masih ada perbedaan pandangan, diharapkan bahwa kedua negara dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak terkait perbatasan di wilayah Ambalat.
Prabowo Menegaskan Upaya Penyelesaian Damai Ambalat dengan Malaysia





