Beberapa daerah di Provinsi Aceh, termasuk Banda Aceh, mengalami kegelapan selama beberapa hari karena mati listrik pekan ini. Situasi ini mengganggu aktivitas warga, pelaku bisnis, dan pemerintahan, menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Menyikapi hal ini, Komisi III DPR Aceh (DPRA) berencana memanggil PLN untuk memberikan penjelasan tentang keadaan gelap yang terjadi selama beberapa hari tersebut.
Ketua Komisi III DPR Aceh, Aisyah Ismail, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengundang PLN untuk menjelaskan penyebab dari padamnya listrik di Aceh selama tiga hari terakhir. Selain itu, mereka juga meminta PLN memberikan kompensasi bagi kerusakan peralatan elektronik warga akibat ketidakstabilan pasokan listrik. Banyak laporan yang diterima oleh Aisyah mengenai kerusakan peralatan elektronik dan aktivitas bisnis yang terganggu akibat pemadaman listrik tersebut.
Pantauan CNNIndonesia.com menunjukkan bahwa pemadaman listrik secara bergilir terjadi selama beberapa hari terakhir di seluruh Aceh, menyebabkan kebingungan di kalangan warga. Beberapa warga bahkan menyerbu warung kopi yang menggunakan genset hanya untuk mengisi daya peralatan elektronik mereka. Sejumlah wilayah di Banda Aceh hingga saat ini masih mengalami pemadaman listrik bergilir.
Pelaku usaha di berbagai sektor seperti depot air isi ulang dan laundry juga merasakan dampak dari pemadaman listrik ini. Banyak dari mereka mengalami kerugian akibat ketidakmampuan untuk beroperasi secara normal. Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh juga terpaksa lumpuh akibat kerusakan puluhan alat elektronik di kantornya.
PLN (Persero) sendiri mengklaim bahwa sistem kelistrikan di Aceh sudah normal sepenuhnya setelah pemadaman yang terjadi sejak Senin hingga Kamis. Mereka menyatakan bahwa personel telah bekerja keras untuk mempercepat penormalan pasokan listrik dan memastikan keandalan pasokan untuk sektor vital seperti rumah sakit dan fasilitas pemerintahan. Sebelumnya, gangguan di sisi pembangkit interkoneksi Sumatra adalah yang menjadi penyebab pemadaman listrik di berbagai wilayah Aceh.





