Pidie Jaya — Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah aksinya memukul Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, viral di media sosial. Dalam sebuah rekaman video, Hasan Basri mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan secara terbuka atas tindakan yang memicu sorotan publik itu.
Permintaan maaf disampaikan ke korban dan keluarga
Permintaan maaf tersebut tak hanya ditujukan kepada Muhammad Reza, tetapi juga kepada keluarga korban serta jajaran SPPG di Kecamatan Trienggadeng. Insiden ini menjadi perhatian luas setelah rekaman CCTV dari dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memperlihatkan langsung momen pemukulan yang terjadi di lokasi.
Sidak di dapur MBG berujung ketegangan
Berdasarkan penjelasan Muhammad Reza, peristiwa itu terjadi saat Hasan Basri melakukan inspeksi mendadak ke dapur MBG di Kecamatan Trienggadeng. Situasi disebut memanas ketika nasi yang hendak diantar ke sekolah untuk program MBG dinilai masih dalam kondisi dingin. Dari situlah ketegangan meningkat hingga berujung pada tindakan pemukulan terhadap Kepala SPPG.
Usai insiden itu, Hasan Basri disebut meluapkan kemarahan kepada para juru masak di dapur dengan nada tinggi. Suasana menjadi tegang, sejumlah pekerja dilaporkan ketakutan, bahkan ada yang menangis. Rekaman CCTV yang beredar kemudian memperkuat perhatian publik terhadap peristiwa tersebut.
Korban dirawat, Kemendagri akan memanggil
Akibat kejadian itu, Muhammad Reza mengalami luka dan harus mendapat perawatan di Puskesmas Trienggadeng. Di tingkat pemerintah pusat, Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri menyatakan akan memanggil Hasan Basri untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menegaskan, inspektorat akan bekerja sesuai prosedur untuk menelusuri duduk perkara pemukulan itu. Dari Aceh, Wakil Gubernur Fadhlullah juga ikut menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang menuai kritik luas tersebut.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena melibatkan pejabat daerah dalam situasi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, terutama program MBG yang tengah dijalankan di daerah itu.
Source link





