Tragedi Terkait 916 Korban Tewas dan 274 Orang Hilang

by

Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Bertambah, 916 Orang Tewas dan 274 Masih Hilang

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali menunjukkan skala dampak yang besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (7/12) melaporkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 916 orang, bertambah dua orang dibandingkan data sehari sebelumnya. Di saat yang sama, 274 orang masih dinyatakan hilang, sementara 4.200 orang lainnya mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan luas pada sejumlah fasilitas publik. Sedikitnya 1.300 fasilitas umum terdampak, disusul 199 fasilitas kesehatan dan 697 fasilitas pendidikan yang ikut rusak akibat terjangan bencana. Data ini menggambarkan bahwa pemulihan di lapangan tidak hanya menyangkut pencarian korban, tetapi juga pemulihan layanan dasar masyarakat yang terganggu.

Prabowo Panggil Menteri, Fokus pada Listrik dan Logistik

Di tengah situasi darurat tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama para menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan itu membahas langkah penanganan bencana sekaligus percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

Prabowo memerintahkan agar aliran listrik dipulihkan paling lambat pada malam itu, terutama di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Ia juga menekankan pentingnya memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan logistik segera tersedia bagi warga dan petugas di lapangan.

Jalur Darat Jadi Pekerjaan Mendesak

Selain listrik dan logistik, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemulihan akses darat yang masih terputus di sejumlah titik. Prabowo disebut terus memantau perkembangan situasi dan meminta agar jalan-jalan di wilayah terdampak segera bisa dilalui kembali. Daerah seperti Takengon dan Bener Meriah menjadi perhatian khusus karena jalur daratnya masih belum tersambung sepenuhnya.

Dengan kondisi cuaca dan medan yang masih berat, upaya penanganan di tiga provinsi itu kini bergerak pada dua sisi sekaligus: pencarian korban yang belum ditemukan dan percepatan pemulihan layanan vital. Dalam situasi seperti ini, keterlambatan sedikit saja dapat memperpanjang derita warga yang masih bertahan di tengah kerusakan infrastruktur dan terbatasnya akses bantuan.

Source link