Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memulai proyek revitalisasi Taman Semanggi dengan anggaran sebesar Rp134 miliar tanpa menggunakan APBD. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pembangunan ini sepenuhnya didanai oleh pihak ketiga melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta. Mitra proyek akan mendapatkan hak pengelolaan kawasan Taman Semanggi selama 11,5 tahun, termasuk masa pembangunan selama 1,5 tahun dan masa operasional selama 10 tahun. Pramono menegaskan bahwa identitas sejarah Taman Semanggi akan tetap terjaga dan tidak akan mengalami perubahan nama. Proyek revitalisasi ini mengusung konsep regeneration, re-connection, dan re-activation, dengan tujuan menghidupkan kembali gagasan awal Presiden RI pertama, Sukarno. Taman Semanggi direncanakan menjadi ruang publik inklusif dan terhubung yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan ini diharapkan selesai menjelang perayaan ulang tahun ke-500 Jakarta pada tanggal 22 Juni 2027. Pramono menjamin bahwa proses pembangunan tidak akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jakarta, mengingat pentingnya transportasi di ibu kota.
Revitalisasi Taman Semanggi: Investasi Rp134 Miliar Tanpa APBD





