Siswa di Kabupaten Pati Jadi Korban Bullying hingga Dua Jari Putus
Seorang siswa kelas 7 MTS di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, diduga menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya hingga dua jari tangan kiri putus. Kejadian ini diduga dipicu oleh masalah saling ejek nama orang tua. Dugaan bullying ini dilaporkan oleh kuasa hukum korban ke pihak berwajib pada Sabtu (1/8) kemarin.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut terjadi di MTS wilayah Kecamatan Margorejo pada Senin (27/7) setelah salat Zuhur. Korban dan tiga terduga pelaku diduga saling ejek nama orang tua, yang kemudian berujung pada keributan dan penganiayaan terhadap korban oleh tiga siswa kakak kelasnya.
Korban berusaha mencari perlindungan dan berlari ke dalam kelas, namun tetap dianiaya oleh para pelaku. Akhirnya, korban melarikan diri dan sampai ke pagar besi di dekat kamar mandi dan tempat wudu. Saat berada di situ, korban kembali dianiaya dan mencoba melompat pagar setinggi 2 meter, sehingga dua jarinya terjepit dan putus.
Menurut kuasa hukum korban, ada satu jari korban yang tertinggal di pagar dan akhirnya guru mengubur bekas jari tersebut sesuai perintah. Korban telah dirawat di rumah sakit dan kondisinya sudah membaik.
Perspektif Sekolah dan Penanganan Polisi
Kepala MTS, Safi’i, menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan bullying, melainkan insiden kecelakaan tanpa unsur kesengajaan. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penanganan terkait kasus ini dan belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Demikian kronologi peristiwa yang menimpa siswa di Kabupaten Pati ini, memperlihatkan pentingnya peningkatan kesadaran terhadap tindakan bullying dan perlindungan terhadap korban-korban yang rentan.





