Keluarga Pasien BPJS Berharap Persoalan Berakhir
Bandung, CNN Indonesia — Keluarga almarhum Yurizal Tri Chaerawan telah menyatakan bahwa proses terkait dugaan sikap kurang empatik tenaga medis terhadap pasien BPJS Kesehatan dianggap telah selesai. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Threads @yanifiltania.
Dalam pernyataan resmi tersebut, keluarga menyampaikan harapan agar persoalan ini tidak lagi menjadi pembahasan publik. Mereka juga memohon untuk diberikan ruang dan ketenangan selama masa berduka.
Keluarga Minta Privasi
Keluarga almarhum juga mengungkapkan permohonan untuk dipahami privasinya dan mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada publik dan semua pihak yang memberikan dukungan selama masa sulit ini.
Sebagai informasi, Yurizal Tri Chaerawan, warga Bogor, Jawa Barat, meninggal pada 31 Juli setelah diduga terlambat mendapat perawatan medis. Sebelumnya, Yurizal telah mengeluhkan waktu tunggu yang panjang di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Klarifikasi Dari Kementerian Kesehatan
Mendengar hal tersebut, Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menjelaskan bahwa Yurizal harus menunggu lama karena membutuhkan perawatan di High Care Unit (HCU) yang kapasitasnya terbatas.
Pada dasarnya, RSCM merupakan rumah sakit rujukan nasional dengan tingkat keterisian fasilitas perawatan yang cukup tinggi. Faktor-faktor tersebut juga mempengaruhi waktu pemindahan pasien dari IGD ke ruang perawatan yang diperlukan.
Azhar menegaskan bahwa kondisi Yurizal memang memerlukan perawatan khusus dan dia juga memiliki penyakit penyerta yang cukup serius. Namun, pihak Kementerian Kesehatan tidak merinci diagnosis pasien untuk menjaga kerahasiaan medis.





