Desakan untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya datang dari pemerhati berbagai bidang, tetapi juga dari para pelajar di Jawa Barat. Poros Pelajar Jabar, yang terdiri dari organisasi pelajar seperti PII dan IPPI, menyampaikan kajian mereka terkait program MBG kepada DPRD Jabar. Mereka menyoroti masalah keracunan makanan yang masih sering terjadi dan menyerahkan naskah akademik evaluasi MBG kepada pihak berwenang.
Dalam naskah tersebut, para pelajar menyatakan keprihatinan atas kasus keracunan yang terjadi akibat program MBG di Jawa Barat. Mereka menekankan pentingnya melibatkan pelajar sebagai mitra kritis dalam proses pembangunan yang inklusif. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa sejumlah pelajar menjadi korban keracunan makanan, dengan kasus terbaru melibatkan puluhan siswa di sebuah desa di Kabupaten Kuningan.
Poros Pelajar juga memberikan empat rekomendasi terkait program MBG, seperti penguatan dasar hukum, desentralisasi pengelolaan, pembentukan komite pengawas independen, dan reformasi kemitraan ekonomi lokal. Rekomendasi tersebut diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG di Jawa Barat. Artikel selengkapnya dapat dibaca pada sumber berita resmi.





