Rapat Bencana Aceh Bersama DPR: Analisis dan Evaluasi

by -72 Views

Rapat Koordinasi (Rakor) pemulihan pascabencana Aceh bersama DPR RI diwarnai teguran pimpinan lembaga wakil rakyat itu agar para kepala daerah tak lagi mengawali paparan dengan menyapa ‘Yang Terhormat’ demi efisiensi waktu. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan didampingi dua wakil lain, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal, itu diketahui juga diikuti sejumlah menteri, TNI, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan beberapa kepala daerah di Aceh. Rapat digelar di Banda Aceh, Aceh, Selasa (30/12).

Rapat dibuka Dasco lalu dilanjut sambutan Mualem. Setelahnya giliran para kepala daerah memaparkan kondisi wilayah yang dipimpin mereka. Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mendapat kesempatan pertama untuk melaporkan situasi pascabencana. Armia menyapa para peserta rapat dengan sebutan ‘Yang Terhormat’. Pun pada kesempatan berikutnya, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi yang juga membuka paparannya dengan menyapa para ‘Yang Terhormat’. Selanjutnya, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta peserta rapat tidak lagi menyebut ‘Yang Terhormat’ demi efisiensi waktu.

Momen menghilangkan sapa menyapa ‘Yang Terhormat’ di dalam rapat itu ternyata disambut baik anggota DPR. Salah satunya dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera. Dia yang juga Ketua Bappilu PKS itu mengatakan menghilangkan tradisi menyapa ‘Yang Terhormat’ di dalam rapat demi efisiensi waktu itu perlu dilanjutkan. Hasil rapat DPR bersama sejumlah kepala daerah Aceh itu akhirnya menghasilkan 3 poin kesimpulan utama. Dasco berharap para menteri bisa berkoordinasi internal setelah tiba di Jakarta untuk menindaklanjuti kesimpulan rapat ini. Selengkapnya di sini.

Source link