Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Imanuel Ebenezer alias Noel mengklaim telah menerima informasi berkualitas A1 bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi, akan ‘di-Noel-kan’. Ungkapan tersebut merujuk pada penangkapan Noel dalam kasus korupsi yang menurutnya direkayasa oleh KPK. Noel juga memberikan peringatan kepada siapa pun yang mengganggu ‘pesta’ para bandit akan berhadapan dengan ‘anjing liar’, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Selain itu, Noel menuding KPK berperan dalam memerangi negara di tengah bencana alam, sementara negara sedang berjuang mengatasi masalah tersebut. Dalam kasusnya, Noel didakwa melakukan pemerasan terkait sertifikasi K3 dengan nilai Rp6,5 miliar dan menerima sejumlah uang serta sepeda motor sebagai gratifikasi. KPK sendiri belum merespons klaim Noel mengenai Purbaya, tetapi menegaskan bahwa korupsi yang melibatkan kepala daerah masih merupakan masalah serius dalam tata kelola pemerintahan.
Praktik korupsi ini seringkali melibatkan penyalahgunaan kewenangan yang pada akhirnya merugikan masyarakat. KPK memperingatkan bahwa integritas kepemimpinan publik masih diuji oleh tantangan korupsi, yang sering kali merusak keputusan strategis pemerintah terkait pengelolaan anggaran, perizinan, dan penataan proyek pembangunan. Kekuasaan yang semestinya digunakan untuk kepentingan publik seringkali disalahgunakan untuk keuntungan pribadi, menciptakan kerugian yang besar bagi negara dan masyarakat.
Budi Prasetyo, juru bicara KPK, menekankan bahwa penyalahgunaan kewenangan merupakan pintu masuk utama tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum kepala daerah, menyoroti perlunya penegakan hukum yang tegas dan peningkatan integritas dalam birokrasi pemerintah untuk mencegah praktik korupsi yang merugikan negara secara keseluruhan.


