Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan perhatian khusus terhadap tragedi seorang anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melakukan bunuh diri karena tidak mampu membeli peralatan tulis. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden meminta koordinasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Langkah-langkah telah diambil untuk mencegah kejadian tragis tersebut terulang dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait.
Pemerintah akan mengevaluasi data penerima manfaat bantuan untuk memastikan ketersediaan bantuan yang tepat. Seorang siswa ditemukan tewas akibat bunuh diri, dan penyelidikan menunjukkan bahwa korban sebelumnya meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena kepada ibunya, namun permintaan tersebut tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Ibunda korban, MGT, mengaku bahwa anaknya sempat menginap di rumahnya sebelum kejadian dan memberikan nasihat terakhir agar tetap rajin bersekolah. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga tergolong terbatas dan banyak menghadapi kekurangan.
Upaya penanganan tragedi tersebut telah dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang dan memberikan perhatian khusus terhadap kasus anak-anak yang mengalami kesulitan secara finansial. Selain itu, evaluasi terhadap program bantuan pemerintah juga akan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bantuan yang tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga tragedi tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap masalah sosial yang mempengaruhi anak-anak Indonesia.


