Pemerintah Umumkan Puasa 19 Februari: MUI Imbau Hormati Perbedaan

by

Ketua umum Majelis Ulama Islam (MUI) Anwar Iskandar mengimbau warga di Indonesia untuk menghormati perbedaan, khususnya terkait penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Anwar menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers usai sidang isbat di Hotel Borobudur, Jakarta. Ia menekankan pentingnya menghargai keberagaman dalam masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika. Anwar juga mengakui adanya perbedaan pandangan antara ormas Islam di Indonesia, namun dia menegaskan bahwa pada intinya, semua umat Islam seharusnya tetap solid. Dalam melihat perbedaan tersebut, Anwar menekankan pentingnya saling memahami dan menghormati. Sebagai negara demokratis, Indonesia diharapkan bisa menerima perbedaan sebagai bagian dari dinamika yang membawa kekayaan ilmu pengetahuan. Penetapan awal Ramadan oleh pemerintah jatuh pada 19 Februari, sementara Muhammadiyah menetapkan mulai puasa pada 18 Februari. Muhammadiyah menggunakan metode baru, yaitu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagai acuan resmi. Metode ini menggantikan pendekatan sebelumnya yang mengutamakan wujud hilal. Dalam pandangan Muhammadiyah, implementasi KHGT mempertimbangkan prinsip, syarat, dan parameter tertentu, seperti ketinggian minimal hilal dan elongasi tertentu. Sehingga, keselarasan dalam melihat perbedaan pendapat terkait penetapan awal Ramadan diharapkan dapat membawa harmoni dan memperkuat persatuan Indonesia.

Source link