Korlantas Polri Tingkatkan Porsi Tilang Manual saat Operasi Patuh
Jakarta, CNN Indonesia — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan bahwa porsi tilang manual akan ditingkatkan menjadi sekitar 30 persen pada pelaksanaan Operasi Patuh mulai 8-21 Juni. Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho menegaskan adanya peningkatan tersebut.
Tindakan Tegas terhadap Pelanggaran Lalu Lintas
Dalam keterangannya di Jakarta Timur pada Kamis (4/6), Agus menjelaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Patuh, petugas Korlantas Polri akan berada di lapangan untuk memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas. Peningkatan porsi tilang manual menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih intensif.
Menurut Agus, ada sejumlah pelanggaran yang akan ditindak tegas, antara lain melawan arus, penggunaan handphone, dan tidak menggunakan helm. Meskipun pendekatan yang digunakan lebih bersifat humanis, namun pada kasus-kasus tertentu, tindakan tegas perlu dilakukan untuk menegakkan aturan.
Penerapan SIM Digital dalam Operasi Patuh
Agus juga memastikan bahwa SIM Digital telah dapat digunakan dalam pelaksanaan Operasi Patuh. Hal ini memungkinkan pengendara yang sudah memiliki SIM digital untuk tidak perlu membawa SIM fisiknya lagi. Dengan adanya SIM digital, proses penindakan pelanggaran lalu lintas diharapkan dapat berjalan lebih efisien.
Dengan demikian, pihak Korlantas Polri siap untuk menegakkan aturan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas. Operasi Patuh menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib.





