Makassar, CNN Indonesia — Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 1.349 kali gempa susulan terjadi di Sulawesi Tengah setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 melanda wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, 49 gempa dirasakan oleh masyarakat, dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 5,3 yang terjadi sekali setelah gempa utama pada Selasa (16/6).
Dampak dan Kerusakan
Menurut BNPB, wilayah Kabupaten Sigi tercatat terdampak sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa. Korban luka sudah mendapatkan penanganan dan saat ini telah pulih. Adapun data kerusakan mencakup 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat. Terdapat pula kerusakan pada 110 rumah ibadah, 29 masjid, dan 81 gereja, serta beberapa fasilitas umum dan bangunan lainnya.
Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 16 hingga 30 Juni 2026. BNPB dan semua pemangku kepentingan akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam pelaksanaan masa tanggap darurat serta mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Perawatan Pasien di Tenda Darurat
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo Kabupaten Sigi masih melakukan perawatan pasien di tenda darurat pasca gempa bumi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien, dan petugas medis di tengah aktivitas gempa susulan. Tenda darurat masih beroperasi tanpa batas waktu yang ditentukan, menunggu hasil koordinasi antara Pemkab Sigi, BMKG, dan BNPB.
Perawatan di tenda darurat saat ini lebih difokuskan pada pasien dengan penyakit umum seperti anak-anak dan lansia yang jumlahnya kurang dari 20 orang. Pemantauan terus dilakukan untuk menentukan kelayakan gedung perawatan pasien, yang mengalami kerusakan akibat gempa.
RSUD Torabelo Sigi juga telah merujuk pasien dengan kondisi patah tulang ke RSUD Undata untuk mendapat pemantauan dari dokter ortopedi. Saat ini, pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit.
Secara keseluruhan, gempa bumi di Sigi telah menyebabkan kerusakan pada 3.032 rumah warga, memakan korban luka berat sebanyak 14 orang dan luka ringan 78 orang, dengan tiga orang meninggal dunia.





