Polisi Usut Video Viral Anggota DPRD Mempawah Bakar Lahan Sawit

by

Polisi menaikkan penanganan kasus video viral yang memperlihatkan anggota DPRD Kabupaten Mempawah berinisial CNF membakar lahan di Mempawah, Kalimantan Barat, ke tahap penyidikan. Hingga kini, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut dan belum mengungkap dugaan tindak pidana yang disangkakan.

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). CNF dan sejumlah saksi yang muncul dalam video juga telah dimintai keterangan mengenai aktivitas pembakaran lahan tersebut.

Video pembakaran lahan beredar

Dalam rekaman yang beredar, CNF menyebut lahan itu sebelumnya sudah terbakar. Ia kemudian menjelaskan bahwa sisa kayu dan bagian lahan yang terbakar dibersihkan dengan cara dibakar kembali sebelum digunakan untuk penanaman.

“Jadi ini teman aku lagi motong kayu untuk menbersihkan lahan yang kebakar kemarin, kita bakar sekalian, nanti kita tanam sawit baru di sini,” kata CNF dalam video tersebut.

Ade menyampaikan, informasi awal yang diperoleh penyidik menunjukkan pembakaran dilakukan di lahan milik CNF yang sebelumnya memang telah terbakar. Sisa material di lahan itu kemudian dibersihkan dan dibakar kembali sebagai bagian dari proses pembukaan lahan.

“Informasi awal yang bersangkutan betul melakukan itu di lahannya yang sudah terbakar sebelumnya, jadi sisanya dibersihkan dan dibakar untuk buka lahan akan ditanami jagung dan sawit,” kata Ade saat dikonfirmasi, Senin (21/9).

Penyidik lakukan pemeriksaan lanjutan

Selain pemeriksaan terhadap CNF, polisi meminta keterangan dari saksi lain yang berada dalam video. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperjelas aktivitas pembakaran, kondisi lahan sebelum dan sesudah kejadian, serta rangkaian pembukaan lahan yang dilakukan.

Ade mengatakan tim laboratorium forensik kembali melakukan olah TKP lanjutan pada hari yang sama. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendalaman perkara setelah polisi mengumpulkan keterangan awal dan memeriksa lokasi.

CNF juga direncanakan kembali menjalani pemeriksaan. Polisi belum menjelaskan apakah pemeriksaan tambahan itu akan berfokus pada tujuan pembakaran, metode yang digunakan, maupun aspek lain yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam perkara tersebut.

“Saat ini sudah dinaikkan ke status penyidikan,” ujar Ade.

Dengan peningkatan status tersebut, polisi melanjutkan pengumpulan keterangan dan pemeriksaan teknis untuk menentukan perkembangan perkara. Namun, sampai tahap ini, Kapolres Mempawah belum membeberkan pasal maupun dugaan tindak pidana yang menjadi dasar penyidikan.

Source link